|
Berita
24 Juni 2008, 07:00:00 oleh Admin
Sajak Palsu
Sebuah sajak dari agusrsarjono.wordpress.com
Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.
1998
Dibaca : 567 kali, Di Print : 1 kali
Cetak
Berita yang Lain
Nonton TV Bisa Hambat Pertumbuhan Otak Anak
Perpustakaan Nasional Inggris Online-kan Al-Quran 700 Tahun
Semangat KTSP, Semangat Perubahan
Besarnya Pengaruh Orang Dewasa Pada Anak
Tayangan Berita Kriminal Matikan Pariwisata Indonesia
Tiongkok Produksi Industri Makanan Halal
“Mengenang Seabad Mohammad Natsir”
Pendidikan di Singapura
ATASI KEJENUHAN DARI RUTINITAS
Kaleng susu alat pantau curah hujan
|