Yayasan Sosial dan Pendidikan Bina Muda
Home | Bukutamu | Web Mail | Forum Diskusi | Kontak Kami |

Anda pengunjung ke : stats counter

Shubh
Zhuhr
Ashar
Maghr
'Isya
04:30
11:40
14:56
17:40
18:50


oheem_sa@yahoo.com

Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata: Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. Islam manakah yang paling baik? Rasulullah saw. bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal

Lentera
Cakrawala
Konsultasi
e-learning
Tip 'n Trik
Khasanah IPTEK
Dunia Pendidikan

Menurut anda,bagaimana tampilan Webite ini ?
Bagus
Perlu perbaikan
Biasa-biasa
Tidak tahu

Tampilkan Hasil

 
Artikel

Kategori Konsultasi

10 Oktober 2006, 20:40:45 oleh
Menyikapi Anak Berbohong


 Kenapa anak berbohong

Anak yang berbohong biasanya memiliki alasan sendiri. Orang tua dan pendidik harus cari tahu alasannya, agar tahu pula apa yang harus dilakukan. Ada beberapa alasan yang biasanya menyebabkan anak berbohong.

Pertama, meniru ‘model’ dalam lingkungannya. Model ini bisa orang tua, saudara, teman, guru, pengasuh dan lain-lain. Bila ibu seringkali menghindari tamu atau telepon dengan mengatakan ‘Tolong kasih tau ya, ibu lagi tidak ada di rumah !’, sementara sang ibu tidak pergi kemana-mana, maka anak akan meniru kebohongan sebagai sebuah ‘kebolehan’.

Kedua, demi menghindari konsekuensi yang tidak menyenangkan. Biasanya berupa hukuman atau penolakan orang tua.

Ketiga, untuk mencari perhatian. Untuk mendapatkan perhatian orang tua atau orang-orang yang ada disekitarnya, anak terkadang menciptakan tindakan ‘hero’ yang ia lakukan, mesti ia tidak melakukannya.

Keempat, mempertegas kesan karena labelling. Anak yang kerap dijuluki ‘si pembohong’, ‘tukang bohong kamu…’, dll, justru akan bertindak sesuai julukannya (labelnya). Ia seolah membuktikan bahwa label itu memang benar.

Kelima, demi mendapatkan keuntungan. Misalnya, dengan mengatakan uang jajannya hilang, anak berharap mendapat tambahan uang jajan.

Keenam, takut dimarahi karena gagal memenuhi harapan orang tua. Misalnya, anak berbohong tentang nilai ulangan matematikanya yang mendapat angka enam karena ayah selalu mengatakan, “Nanti kalau ulangan harus dapat nilai sepuluh ya !”.

 Apa yang harus dilakukan

Kadangkala anak sulit berkata jujur karena alasan-alasan diatas. Karena itu bantulah anak mengatasi situasi sulit saat ia mau mengakui kesalahannya. Orang tua bisa meminta anak menceritakan tahapan kejadian. “Ibu mau tahu semua yang terjadi, dari awal sampai selesai”. Pada bagian yang ‘mencurigakan’, lontarkan pertanyaan ringan dengan santai, bukan dengan menuding. Dengan demikian, anak mencium kecurigaan Anda, dan terbantu untuk menyadari dimana letak kesalahannya.

Satu hal yang paling penting, bila orang tua menghendaki anak menghargai kejujuran, hal itu harus dimulai dari diri orang tua sendiri. Tetapkan standar yang sama tentang kejujuran. Kalau anak sering mendapati orang tuanya ‘berbohong’, anak pun tak merasa perlu berlaku jujur.

Mensosialkan nilai kejujuran bisa melalui cerita pengantar tidur atau lewat berdiskusi bersama untuk anak yang sudah agak besar. Katakan bahwa suasana yang positif seperti saling menghargai dan saling mempercayai berawal dari kejujuran. Banyak pula cerita yang dapat mendukung, seperti cerita tentang anak yang suka berbohong, sehingga akhirnya tidak dipercayai oleh siapapun.

Satu hal yang perlu dihindari orang tua yang mendapati anaknya berbohong adalah memberikan hukuman secara berlebihan. Sebab hukuman yang berlebihan justru akan mendorong akan untuk berbohong kembali. Melalui latihan dan pengalaman, bantulah anak untuk menyadari bahwa berbohong tidak menyenangkan. Selain cenderung tak berhasil, akibat berbohong pun tak menyenangkan. Jika ia berlaku jujur, maka konsekuensi buruk akan berkurang. Katakan pada anak, misalnya jika berbohong hukuman bisa menjadi lebih berat.

Terakhir, jangan lupa berikan kepercayaan pada anak. Anak yang mendapat kepercayaan orang tua akan merasa aman. Rasa aman ini membuatnya tidak perlu ‘mengarang’ cerita atau ‘memfitnah’ orang lain untuk menutupi kesalahan atau kelemahannya. Bilamana anak merasa aman dan nyaman untuk berkata jujur pada orang tuanya, ia akan meninggalkan tindakan berbohong dari perilaku sehari-harinya.

TIP MENYIKAPI ANAK BERBOHONG

 Jadilah teladan yang baik untuk anak dalam hal kejujuran.

 Berikan pujian dan penghargaan pada tindakan anak, agar ia mengerti bahwa tidak perlu berbohong untuk mendapat pujian.

 Ciptakan suasana yang membuat anak merasa aman untuk mengakui kesalahannya.

 Rajin-rajinlah mencari fakta dari sumber lain, lalu konfirmasikan dengan anak.

 Bantu anak mencari cara lain yang pantas untuk mendapatkan keinginannya.

 Diskusikan masalah keadilan dan sportivitas dalam keluarga.

 Jangan membebani harapan terlalu tinggi pada anak.

 Tekankan pada anak bahwa anda sangat mencintainya dan menghargai prestasinya.

Dibaca : 1353 kali, Di Print : 2 kali, Di Kirim : 0 kali, Tampilkan Komentar [0], Beri Komentar


Kirim Ke Teman Cetak

Artikel yang Lain

Pesan Rasulullah untuk Gubernur Mesir
Taman Kekerasan Anak-anak
Kebenaran? Lihat dari Arah Sebaliknya
Jangan Minder Jadi Ibu
Mengenal Gangguan Haid
Menyikapi Anak Berbohong
Membangun Keluarga dengan Cinta
Manajemen Stres
Manajemen Optimis
Perbandingan Madzhab

 
Web Links
Download
Struktur
Visi Misi
Mars Bina Muda
Sejarah Singkat
SMA
SMP
SDIT
LSQ







   
Beranda Buku Tamu Webmail Kontak Kami Peta Situs Partner Webmaster
Powered By oheemsa
rabiulawal1429_april 17 © 2007. Yayasan Bina Muda Cicalengka.